Tetaplah berlapang dada terhadap kondisi buruk atau permasalahan yang datang menerpa.
Bertemu dengan kondisi buruk, harus timbul rasa syukur dalam hati, karena kondisi seperti ini tidak mudah dijumpai.
Maafkanlah seorang yang menyakiti orang lain tanpa disengaja. Jangan menjadi orang yang mudah di sakiti oleh seseorang.
Kita harus bisa menerima segala cobaan yang ada di dunia, baru bisa menjadi seorang yang kokoh.
Orang yang berada dalam keadaan aman tentram, sangat mudah kehilangan jati dirinya, kegagalan atau kesulitan kecil justru akan membangunkan hati nurani dan membina akar kebijakan.
Andalkan segala sesuatu pada diri sendiri, keberkahan harus diciptakan sendiri, karma harus diselesaikan sendiri. Bukan dengan cara memohon pada sang buddha untuk menghapus bencana dan terbebas dari bahaya.
Biarkan penderitaan diri sendiri cepat berlalu, karma buruk pun akan berlalu sesuai dengan kondisi hati.
Pada saat menerima kritikan orang lain, bertanyalah dulu dalam hati, apakah ada melakukan sesuatu yang bertentangan dengan hati nurani? Bila tidak ada, maka hatipun akan merasa tenang.
Bila ada orang menghalangi kemajuan kita dengan menarik kita dari belakang, kita harus berterima kasih padanya. Karena dengan menarik dari belakang, dia telah membantu menguatkan kaki kita.
Binalah keberanian dan keuletan dalam menghadapi kenyataan, sambutlah kondisi buruk dengan hati penuh sukacita.
Orang yang masih bisa bersyukur ketika menghadapi jalan buntu sangat terpuji. Orang yang tetap bersyukur dalam bersumbangsih, tidak mudah terjerumus ke dalam keputusasahan.
Anggaplah permasalahan sebagai pelajaran, pujian sebagai peringatan, jadikan celaan sebagai introspeksi diri.,kesalahan sebagai pengalaman. Kritikan dalam bentuk apapun sangat berharga.
Kehidupan manusia seharusnya penuh dengan semangat dan aktif, jangan hanya karena berada dalam kondisi yang tidak menguntungkan, kehilangan semangat juang dalam hidupnya.